Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2025

LIMA BELAS SISWA DAN FILSAFAT KENANGAN

Gambar
  Bang Zul Rumah Transformasi Indonesia Tahun 2006, adalah tahun kedua kami sekolah. Artinya kami sudah naik kelas. Di tahun itu penjurusan adalah wajib, ber- lima belas kami ambil jurusan IPA. Bagi saya, mungkin sebagian kecil lainnya adalah satu bentuk kenekatan. Hal itu berdasar pada imaji bahwa anak-anak IPA adalah mereka yang harus: menghafal rumus matematika, fisika dan tabel periodik kimia. Belum lagi soal tugas-tugas rumah yang menyita waktu. Kerumitan dan kesulitan itu membuat siswa-siswa XII IPA secara alamiah menjadi sangat solid er . Meskipun, (mungkin awalnya) solidaritas itu terbentuk karena perasaan yang sama, sama-sama tertekan sekaligus (mungkin) termotivasi dengan sukarnya beberapa mata pelajaran. Untuk menggambarkan suasana itu, saya sendiri pernah rem e dial ulangan matematika sampai tujuh kali. Sekali lagi, tujuh kali. Mengerjakannya di tengah lapangan. Untungnya, saya tidak sendiri. Bisa terbayangkan betapa kuat keteguhan hati dan karakter guru matemati...