MASJID, KEMANDIRIAN DAN PASAR
Bang Zul Rumah Transformasi Indonesia Judul ini tentu saja bukan untuk memperbandingkan antara yang sakral dan yang profan. Antara tempat ibadah dan tempat yang berorientasi ekonomi. Keduanya jelas tidak sama. Berbeda fungsi, berbeda tujuan. Meskipun begitu, ada kemungkinan yang bisa dikembangkan dari masjid dan juga pasar. Kemungkinan itu adalah: membangun ekonomi umat dari masjid, dan membangun spiritualitas di pasar. Tentu saja pasar dengan makna yang luas, hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan bisnis. Usaha menumbuhkan kesadaran ini sudah dimulai. Seperti sebuah kegiatan bertajuk Ta’lim Ramadan: Muslim Mandiri Peduli Negeri , yang saya ikuti kemarin, tepat di hari ketujuh bulan ramadan 1440 H. Menariknya, acara yang saya sebutkan di atas digagas oleh sekelompok anak muda yang bernaung di bawah lembaga ketakmiran masjid bernama Ikatan Pemuda Masjid Al-Hidayah (IPM Al-Hidayah) di Kelurahan Rapak Dalam, Samarinda Seberang. Dalam kesempatan ini, dihadapa...