LIMA BELAS SISWA DAN FILSAFAT KENANGAN
Bang Zul Rumah Transformasi Indonesia Tahun 2006, adalah tahun kedua kami sekolah. Artinya kami sudah naik kelas. Di tahun itu penjurusan adalah wajib, ber- lima belas kami ambil jurusan IPA. Bagi saya, mungkin sebagian kecil lainnya adalah satu bentuk kenekatan. Hal itu berdasar pada imaji bahwa anak-anak IPA adalah mereka yang harus: menghafal rumus matematika, fisika dan tabel periodik kimia. Belum lagi soal tugas-tugas rumah yang menyita waktu. Kerumitan dan kesulitan itu membuat siswa-siswa XII IPA secara alamiah menjadi sangat solid er . Meskipun, (mungkin awalnya) solidaritas itu terbentuk karena perasaan yang sama, sama-sama tertekan sekaligus (mungkin) termotivasi dengan sukarnya beberapa mata pelajaran. Untuk menggambarkan suasana itu, saya sendiri pernah rem e dial ulangan matematika sampai tujuh kali. Sekali lagi, tujuh kali. Mengerjakannya di tengah lapangan. Untungnya, saya tidak sendiri. Bisa terbayangkan betapa kuat keteguhan hati dan karakter guru matemati...