“NEGOSIASI ETIK” ORANG PASAR
Bang Zul Rumah Transformasi Indonesia Selain zoon politicon yang dikenalkan Aristoteles untuk menggambarkan manusia sebagai makhluk sosial. Ada pula homo economicus . Sebuah istilah yang diperkenalkan oleh Adam Smith untuk menjelaskan kedudukan manusia yang dalam kehidupan sosialnya berusaha untuk mempertimbangkan dan memperoleh keuntungan-keuntungan. Tentang yang terakhir ini, tentu saja kita bisa bersepakat, bisa juga tidak. Semua tergantung pada “keuntungan” seperti apa?; dengan cara apa mendapatkannya?; dan untuk tujuan apa keuntungan-keuntungan tersebut?. Mengenai hal tersebut, saya ingin berbagi tentang sedikit pengalaman. Sesungguhnya tidak salah hidup dalam pertimbangan dan perhitungan keuntungan. Hanya saja manusia berbeda-beda dalam mendefiniskan keuntungan itu sendiri. Perhitungan ekonomis-materialistik dapat dibenarkan sebagai cara bertahan hidup, tetapi tidak bisa dibenarkan, jika ia dijadikan tujuan kehidupan. Menyepakati i...